
Partition (2007) - Movie
-: INTRO :-
Pada tahun 1947, saat India mendapatkan kebebasan dari pemerintah Kolonial Inggris yang hampir 350 tahun lebih di sana. Dalam usaha menghindari konflik sipil, India dibagi menjadi dua negara yaitu Pakistan yang Islam dan India yang sekuler.
Lebih dari 14 juta orang dipindahkan dalam migrasi muslim ke Pakistan dan Sikh dan Hindu ke India. Rasa permusuhan warisan nenek moyang (yaitu permusuhan antar umat beragama) muncul kembali. Dan lebih dari 1 juta orang meninggal dalam kekacauan yang terjadi saat perpindahan tersebut.
“Percayakan India kepada Tuhan. Jika sulit, tinggalkan dia kepada kekerasan”. Kata Mahatma Gandhi.
Suatu hari ketika serombongan orang-orang muslim yang dari India berpindah menuju ke Pakistan, terjadilah pertikaian karena serombongan muslism tersebut diserang oleh warga India yang benci orang muslim. Banyak muslim yang meninggal dalam pertikaian tersebut.

Nasheem
Adalah Nasheem, seorang gadis muda muslimah yang juga bersama keluarganya dalam rombongan itu menuju ke Pakistan. Dalam pertikaian itu Nasheem juga diserang, dia dikejar oleh seorang Sikh yang ingin membunuhnya, tapi Nasheem terus berlari, berlari menghindari seorang yang mengejarnya, mau membunuh dia, pada saat itu saudara Nasheem melihat bahwa adiknya sedang dikejar maka dia menghadang Sikh tersebut.
Saudara Nasheem-pun berkelahi dengan Sikh tersebut, bergelut, bertarung. Dan dalam pergelutan itu, saat Sikh akan menancapkan sebuah belati ke saudaranya Nasheem, ayah Nasheem melindunginya dan akhirnya belati itu menancap ke perut bapak itu, membuat dia meninggal.
Sementara itu, Nasheem yang terus berlari berusaha menyelamatkan diri. Dia pergi ke tempat yang aman, yang sepi, dia masuk ke dalam hutan untuk menghindari orang-orang Sikh yang sedang mengejar para muslim tersebut.

Gian
Adalah Gian Singh, seorang Sikh yang menjadi tentara India, juga seorang petani. Pada saat pertikaian itu, Gian tidak ikut serta dengan teman-temannya yang membantai orang-orang Islam yang akan pindah ke Pakistan. Karena Gian, dia sadar peperangan bukanlah jalan untuk mencapai ketentraman, dia lebih suka bertani, menjalani kehidupan sepeti layaknya orang pada umumnya.
Pada suatu hari ketika Gian pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, dia merasa ada seseorang yang sedang bersembunyi di semak-semak. Diapun menghampiri, Gian melihatnya. Dia melihat seorang yang kumuh, kotor dan menggigil dalam semak itu (nampaknya dia seorang wanita muslim yang sedang bersembunyi menghindari orang-orang Sikh, dia adalah Nasheem). Akhirnya Gian memberikan jaketnya kepada orang itu, namun dia tidak mau, dia takut, trauma, lemah. Namun melihat keadaan orang itu, Gian bersikeras supaya orang itu mau memakai jaketnya, dan akhinya diapun mau mengenakannya. Dan Gian sesegera mungkin membawa orang itu ketempat yang aman supaya tidak diketahui teman-temannya (yang benci orang muslim). Gian menyamarkan penampilan orang itu seperti orang Hindu lainnya dan membawanya kerumahnya.
Akhirnya Gian-pun menyembunyikan Nasheem di rumahnya meski Nasheem masih merasa trauma dan takut pada seorang Sikh karena kejadian pada saat itu.
Selanjutnya, Gian masih menyembunyikan Nasheem dirumahnya. Gian pergi ke sawah, melakukan segiatan seperti biasa supaya orang-orang sekitar tidak curiga. Hingga pada suatu hari, saat itu masih pagi, Nasheem sedang berada di dapur, sedang didekat api untuk mengurangi rasa dingin dan Gian akan pergi ke sawah untuk menjalankan rutinitasnya. Sebelum pergi Gian berpesan supada mematikan api segera, karena dia akan meninggalkan rumah.
Saat itu, Gian sedang berada di sawah, melakukan kegiatan seperti biasa. Ada seorang Sikh yang sedang berjalan melintasi daerah rumah Gian, dan dia merasakan suatu keanehan, yaitu rumah Gian kok ada asap sedangkan Gian berada di sawah. Diapun ingin tau dan pergi kerumah Gian, dan mendapati seseorang (wanita muslim) yang sedang tertidur di rumah Gian. Akhirnya diapun mengabari para warga bahwa ada seorang wanita muslim yang berada di rumah Gian, mereka berkumpul di depan rumah Gian. Dan Gian-pun menuju rumahnya karena banyak orang yang berlarian menuju rumahnya. Akhirnya para warga tau alau Gian sedang menyembunyikan seorang muslimah dirumahnya, dan mereka tidak setuju, mereka benci orang islam karena banyak juga warga Hindu yang menjadi korban orang Islam. Pada saat itu hampir-hampir saja Nasheem terenggut nyawanya, namun Gian masih bisa melindunginya dan berhasil berkompromi dengan warga, bahwa dia bisa tinggal dirumahnya.
Dan pada suatu ketika, Nasheem yang berada di rumah Gian, dia ingin melihatkan dirinya kemada masyarakat sekitar, dia ingin warga sekitar tahu bagaman dirinya. Akhirnya dia pergi keluar, mengambil air ke sumur milik warga. Pada mulanya memang banyak orang yang masih kurang suka, belum terbiasa, masih ada yang benci. Namun akhirnya dengan berjalannya waktu, dengan mengetahui bahwa wanita itu (Nasheem) juga manusia biasa layaknya mereka, dia juga baik hati, wargapun bisa menerimanya, menjadi dapat berbaur, menjadi teman satu sama lain.

Membina Keluarga Sakinah
Begitulah, hari-pun berganti hari, warga-pun dapat menerima keberadaan seorang muslim di dalam komunitas mereka. Begitu juga dengan Gian yang menjalani kehidupan dengan Nasheem, mereka satu sama lain adalah merasa sayang. Dan akhirnya merekapun menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga dan bermasyarakat dengan harmonis. Dan mereka mempunyai seorang anak laki-laki yang tampan.
Nasheem yang jauh dari keluarganya yang mungkin masih ada yang hidup dan berada di Pakistan, dia-pun juga merasa kangen, ingin mengetahui bagaimanakah keadaan keluarganya di sana. Dan Gian-pun berusaha mencarikan informasi tentang keluarga istrinya itu. Gian pergi ke New Delhi untuk bertemu Nona Margaret Stilwell (adalah seorang wanita Inggris, yang adiknya adalah tentara dan teman Gian) untuk meminta bantuan untuk mencarikan informasi tentang keluarga isntrinya.
Hingga suatu hari saat informasi tentang keluarga Nasheem ditemukan, maka Nasheem-pun akan pergi ke Paskitan untuk bertemu dengan keluarganya, namun suami dan putranya tidak bisa ikut, karena hanya orang islam saja yang boleh ke Pakistan. Dan Nasheem-pun pergi ke Pakistan dengan bersepakat dengan suaminya untuk pergi hanya 1 (satu) bulan. Dan Nasheem-pun bertemu dengan keluarganya di sana, begitu bahagianya dia berjumpa dengan anggota keluarga yang telah lama terpisahkan jauh. Dia juga bercerita kalau dia sudah menikah dan memiliki anak di India.
Beberapa hari Nasheem berada di Pakistan bersama keluarganya di sana, dia mengirimkan surat kepada suaminya yang berada di India akan keberadaannya di sana. Namun surat itu oleh saudara-saudaranya tidak pernah dikirimkan ke India. Hingga Nasheem tau perbuatan saudara-saudaranya itu, dan terjadilah konflik antara mereka. Saudara-saudara Nasheem tidak ingin dia kembali ke India, mereka tidak setuju kalau dia kembali ke sana, mereka benci seorang Sikh, karena ayahnya telah meninggal karena terbunuh oleh seorang Sikh.
Dan akhirnya saudara-saudara Nasheem mengekang Nasheem, dia di konci di dalam kamar, tidak diijinkan untuk kembali ke India. Sementara itu, Gian di India, selalu menantikan istrinya untuk kembali ke India, setelah 1 (satu) bulan kepergian istrinya yang belum juga kunjung pulang, dia selalu menanti di tempat pemberhentian bis yang data ke kampungnya untuk melihat apakah istrinya berada bersama rombongan bis itu.
Hari berganti hari, Gian sangat merindukan istrinya yang terlalu lama meninggalkannya bersama anaknya, dia akan menyusulnya ke Pakistan. Dan akhirnya dia akan pergi ke Pakistan, namun hanya orang Islam saja yang boleh pergi ke sana. Hingga akhirnya Gian-pun masuk Islam supaya dapat pergi ke Pakistan. Dan sampailah dia di perbatasan India-Pakistan untuk masuk, namun petugas perbatasan masih merasa kalau syarat-syarat untuk masuk Pakistan belum terpenuhi, dan menolak Gian untuk masuk ke Pakistan. Dan akhirnya Gian tidak dapat masuk. Namun Gian pada suatu malam dia menerobos perbatasan dengan sembunyi-sembunyi bersama putranya supada dapat masuk ke Pakistan.
Gian-pun tiba di rumah keluarga Nasheem di Pakistan dan bertemu keluarga Nasheem di sana. Nasheem yang saat itu sedang dalam keadaan bisa melihat pelataran rumahnya, melihat suaminya yang datang, maka seketika itu dia berlari menuju suaminya. Namun saudara-saudaranya, memisahkan mereka, dan menghajar Gian. Sungguh malang nasib Gian, seorang yang bijaksana dan penuh belas kasih.
Akhirnya Gian-pun tidak bisa bertemu dengan istrinya. Dia sangat lemas, sangat kacau pikirannya karena tidak dapat bertemu dengan istrinya, hingga sampai hampir tidak sadarkan diri.
Singkat cerita. Dilain pihak, Ibu Nasheem sebenarnya juga kasihan dengan putrinya yang tersiksa tidak dapat bertemu dengan keluarganya, suaminya dan putranya, sehingga Ibu Nasheem melepaskan Nasheem secara diam-diam tanpa sepengetahuan saudara laiki-laki Nasheem yang mengekangnya. Dan Nasheem-pun sesegera mungkin pergi dari rumahnya Pakistan menuju stasiun kereta api untuk kembali ke India. Namun saudara Nasheem-pun tahu kalau adiknya akan pergi ke India, dan dia mengejar Nasheem.
Ketika itu pula Gian di bawa oleh Nona Margaret Stilwell ke stasiun ketera api untuk meninggalkan Pakistan, hingga mereka (Gian dan Nasheem dapat berjumpa) di stasiun kereta api. Mereka-pun berjumpa, dan bertemu, di jembatan layang di stasiun tersebut, sangat bahagia, kerena begitu telah lama dan banyak hal yang memisahkan mereka. Namun sungguh namun, saudara Nasheem menyusul ke stasiun kereta api dan bersaha untuk memisahkan mereka, hingga perkelahian antara Gian dan saudara laki-laki Nasheem-pun terjadi, hingga kejadian yang sangat tidak diinginkanpun terjadi, yaitu Gian terlembar dari jembatan layang, terjatuh, sungguh begitu kasihan Gian (yang begitu baik), Gian-pun tergeletak tenang, melepaskan nafas terahirnya di sana. Sementara Nasheem, sungguh kasihan Nasheem, dia yang baru saja berjumpa dengan suaminya tercinta setelah begitu banyak hal yang menghalanginya harus melihat kejadian itu, harus mendapati suaminya pergi dari sisinya, meninggalkan dia di dunia bersama putranya. Sungguh begitulah suatu cerita…
Selanjutnya, Nasheem bersama putranya di bawa oleh Nona Margaret Stilwell ke tempat yang aman supayan terhindar dari saudaranya, untuk menuju Inggris dan melanjutkan kehidupan di sana bersama putranya, warisan dari suaminya tercintanya Gian. Hanya karena kesabaran merekalah mereka bertahan, bertahan dan bersabar menjalani kehidupan di dunia apa adanya….

Gian-Nasheem