File Flash Disk Terkonci pada Linux Mint

“Tulisan berikut untuk kalangan terbatas, tidak baku & hanya berdasar pada permasalahan yang dihadapi penulis”

File Manger

File Manger

File flash disk terkonci membuat file tersebut tidak bisa dirubah / dihapus.

Ada beberapa kemungkinan hal tersebut bisa terjadi, antara lain :

  • Flash disk / MMC tersebut memang ada pengaman / kunci / lock-nya
  • Flash disk / MMC sudah agak rusak atau tidak sepenuhnya didukung kompatibilitasnya pada Linux Mint
  • Flash disk / MMC pernah terserang virus, sehingga file-filenya dikonci oleh virus

Untuk menghapus file dalam flashdisk yang terkunci tersebut langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pada file manager seperti gambar di atas, klik kanan pada file yang terkonci dan pilih Open Folder as root, dan masukkan password root untuk komputer tersebut.*
  2. Maka akan tampil file manager untuk root yang memiliki otoritas yang lebih power full.
  3. Pilih file yang ingin dihapus & hapus saja dari situ.
  4. Namun jika tetap tidak bisa, maka coba eject flash disk tersebut dan tancapkan lagi.

* Masuk ke file manager root kadang membuat Flash Disk tidak dapat di eject (karena dikonci oleh File Manager, untuk itu perlu meng-kill File Manager yang digunakan sebelum bisa untuk eject flashdisk)

Ditulis dalam Linux, Office, Warnet. Tag: . 2 Komentar »

Rangkuman Cerita Filem – Partition (2007)

Partition (2007) - Movie

Partition (2007) - Movie

-: INTRO :-

Pada tahun 1947, saat India mendapatkan kebebasan dari pemerintah Kolonial Inggris yang hampir 350 tahun lebih di sana. Dalam usaha menghindari konflik sipil, India dibagi menjadi dua negara yaitu Pakistan yang Islam dan India yang sekuler.

Lebih dari 14 juta orang dipindahkan dalam migrasi muslim ke Pakistan dan Sikh dan Hindu ke India. Rasa permusuhan warisan nenek moyang (yaitu permusuhan antar umat beragama) muncul kembali. Dan lebih dari 1 juta orang meninggal dalam kekacauan yang terjadi saat perpindahan tersebut.

“Percayakan India kepada Tuhan. Jika sulit, tinggalkan dia kepada kekerasan”. Kata Mahatma Gandhi.


Suatu hari ketika serombongan orang-orang muslim yang dari India  berpindah menuju ke Pakistan, terjadilah pertikaian karena serombongan  muslism tersebut diserang oleh warga India yang benci orang muslim. Banyak muslim yang meninggal dalam pertikaian tersebut.

Nasheem

Nasheem

Adalah Nasheem, seorang gadis muda muslimah yang juga bersama keluarganya dalam rombongan itu  menuju ke Pakistan. Dalam pertikaian itu Nasheem juga diserang, dia dikejar oleh seorang Sikh yang ingin membunuhnya, tapi  Nasheem terus berlari, berlari menghindari seorang yang mengejarnya, mau membunuh dia, pada saat itu saudara Nasheem melihat bahwa adiknya sedang dikejar maka dia menghadang Sikh tersebut.

Saudara Nasheem-pun berkelahi dengan Sikh tersebut, bergelut, bertarung. Dan dalam pergelutan itu, saat Sikh akan menancapkan sebuah belati ke saudaranya Nasheem, ayah Nasheem melindunginya dan akhirnya belati itu menancap ke perut bapak itu, membuat dia meninggal.

Sementara itu, Nasheem yang terus berlari berusaha menyelamatkan diri. Dia pergi ke tempat yang aman, yang sepi, dia masuk ke dalam hutan untuk menghindari orang-orang Sikh yang sedang mengejar para muslim tersebut.

Gian

Gian

Adalah Gian Singh, seorang Sikh yang menjadi tentara India, juga seorang petani. Pada saat pertikaian itu, Gian tidak ikut serta dengan teman-temannya yang membantai orang-orang Islam yang akan pindah ke Pakistan. Karena Gian, dia sadar peperangan bukanlah jalan untuk mencapai ketentraman, dia lebih suka bertani, menjalani kehidupan sepeti layaknya orang pada umumnya.

Pada suatu hari ketika Gian pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, dia merasa ada seseorang yang sedang bersembunyi di semak-semak. Diapun menghampiri, Gian melihatnya. Dia melihat seorang yang kumuh, kotor dan menggigil dalam semak itu (nampaknya dia seorang wanita muslim yang sedang bersembunyi menghindari orang-orang Sikh, dia adalah Nasheem). Akhirnya Gian memberikan jaketnya kepada orang itu, namun dia tidak mau, dia takut, trauma, lemah. Namun melihat keadaan orang itu, Gian bersikeras supaya orang itu mau memakai jaketnya, dan akhinya diapun mau mengenakannya. Dan Gian sesegera mungkin membawa orang itu ketempat yang aman supaya tidak diketahui teman-temannya (yang benci orang muslim). Gian menyamarkan penampilan orang itu seperti orang Hindu lainnya dan membawanya kerumahnya.
Akhirnya Gian-pun menyembunyikan Nasheem di rumahnya meski Nasheem masih merasa trauma dan takut pada seorang Sikh karena kejadian pada saat itu.

Selanjutnya, Gian masih menyembunyikan Nasheem dirumahnya. Gian pergi ke sawah, melakukan segiatan seperti biasa supaya orang-orang sekitar tidak curiga. Hingga pada suatu hari, saat itu masih pagi, Nasheem sedang berada di dapur, sedang didekat api untuk mengurangi rasa dingin dan Gian akan pergi ke sawah untuk menjalankan rutinitasnya. Sebelum pergi Gian berpesan supada mematikan api segera, karena dia akan meninggalkan rumah.

Saat itu, Gian sedang berada di sawah, melakukan kegiatan seperti biasa. Ada seorang Sikh yang sedang berjalan melintasi daerah rumah Gian, dan dia merasakan suatu keanehan, yaitu rumah Gian kok ada asap sedangkan Gian berada di sawah. Diapun ingin tau dan pergi kerumah Gian, dan mendapati seseorang (wanita muslim) yang sedang tertidur di rumah Gian. Akhirnya diapun mengabari para warga bahwa ada seorang wanita muslim yang berada di rumah Gian, mereka berkumpul di depan rumah Gian. Dan Gian-pun menuju rumahnya karena banyak orang yang berlarian menuju rumahnya. Akhirnya para warga tau alau Gian sedang menyembunyikan seorang muslimah dirumahnya, dan mereka tidak setuju, mereka benci orang islam karena banyak juga warga Hindu yang menjadi korban orang Islam. Pada saat itu hampir-hampir saja Nasheem terenggut nyawanya, namun Gian masih bisa melindunginya dan berhasil berkompromi dengan warga, bahwa dia bisa tinggal dirumahnya.

Dan pada suatu ketika, Nasheem yang berada di rumah Gian, dia ingin melihatkan dirinya kemada masyarakat sekitar, dia ingin warga sekitar tahu bagaman dirinya. Akhirnya dia pergi keluar, mengambil air ke sumur milik warga. Pada mulanya memang banyak orang yang masih kurang suka, belum terbiasa, masih ada yang benci. Namun akhirnya dengan berjalannya waktu, dengan mengetahui bahwa wanita itu (Nasheem) juga manusia biasa layaknya mereka, dia juga baik hati, wargapun bisa menerimanya, menjadi dapat berbaur, menjadi teman satu sama lain.

Membina Keluarga Sakinah

Membina Keluarga Sakinah

Begitulah, hari-pun berganti hari, warga-pun dapat menerima keberadaan seorang muslim di dalam komunitas mereka. Begitu juga dengan Gian yang menjalani kehidupan dengan Nasheem, mereka satu sama lain adalah merasa sayang. Dan akhirnya merekapun menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga dan bermasyarakat dengan harmonis. Dan mereka mempunyai seorang anak laki-laki yang tampan.

Nasheem yang jauh dari keluarganya yang mungkin masih ada yang hidup dan berada di Pakistan, dia-pun juga merasa kangen, ingin mengetahui bagaimanakah keadaan keluarganya di sana. Dan Gian-pun berusaha mencarikan informasi tentang keluarga istrinya itu. Gian pergi ke New Delhi untuk bertemu Nona Margaret Stilwell (adalah seorang wanita Inggris, yang adiknya adalah tentara dan teman Gian) untuk meminta bantuan untuk mencarikan informasi tentang keluarga isntrinya.

Hingga suatu hari saat informasi tentang keluarga Nasheem ditemukan, maka Nasheem-pun akan pergi ke Paskitan untuk bertemu dengan keluarganya, namun suami dan putranya tidak bisa ikut, karena hanya orang islam saja yang boleh ke Pakistan. Dan Nasheem-pun pergi ke Pakistan dengan bersepakat dengan suaminya untuk pergi hanya 1 (satu) bulan. Dan Nasheem-pun bertemu dengan keluarganya di sana, begitu bahagianya dia berjumpa dengan anggota keluarga yang telah lama terpisahkan jauh. Dia juga bercerita kalau dia sudah menikah dan memiliki anak di India.

Beberapa hari Nasheem berada di Pakistan bersama keluarganya di sana, dia mengirimkan surat kepada suaminya yang berada di India akan keberadaannya di sana. Namun surat itu oleh saudara-saudaranya tidak pernah dikirimkan ke India. Hingga Nasheem tau perbuatan saudara-saudaranya itu, dan terjadilah konflik antara mereka. Saudara-saudara Nasheem tidak ingin dia kembali ke India, mereka tidak setuju kalau dia kembali ke sana, mereka benci seorang Sikh, karena ayahnya telah meninggal karena terbunuh oleh seorang Sikh.

Dan akhirnya saudara-saudara Nasheem mengekang Nasheem, dia di konci di dalam kamar, tidak diijinkan untuk kembali ke India. Sementara itu, Gian di India, selalu menantikan istrinya untuk kembali ke India, setelah 1 (satu) bulan kepergian istrinya yang belum juga kunjung pulang, dia selalu menanti di tempat pemberhentian bis yang data ke kampungnya untuk melihat apakah istrinya berada bersama rombongan bis itu.

Hari berganti hari, Gian sangat merindukan istrinya yang terlalu lama meninggalkannya bersama anaknya, dia akan menyusulnya ke Pakistan. Dan akhirnya dia akan pergi ke Pakistan, namun hanya orang Islam saja yang boleh pergi ke sana. Hingga akhirnya Gian-pun masuk Islam supaya dapat pergi ke Pakistan. Dan sampailah dia di perbatasan India-Pakistan untuk masuk, namun petugas perbatasan masih merasa kalau syarat-syarat untuk masuk Pakistan belum terpenuhi, dan menolak Gian untuk masuk ke Pakistan. Dan akhirnya Gian tidak dapat masuk. Namun Gian pada suatu malam dia menerobos perbatasan dengan sembunyi-sembunyi bersama putranya supada dapat masuk ke Pakistan.

Gian-pun tiba di rumah keluarga Nasheem di Pakistan dan bertemu keluarga Nasheem di sana. Nasheem yang saat itu sedang dalam keadaan bisa melihat pelataran rumahnya, melihat suaminya yang datang, maka seketika itu dia berlari menuju suaminya. Namun saudara-saudaranya, memisahkan mereka, dan menghajar Gian. Sungguh malang nasib Gian, seorang yang bijaksana dan penuh belas kasih.

Akhirnya Gian-pun tidak bisa bertemu dengan istrinya. Dia sangat lemas, sangat kacau pikirannya karena tidak dapat bertemu dengan istrinya, hingga sampai hampir tidak sadarkan diri.

Singkat cerita. Dilain pihak, Ibu Nasheem  sebenarnya juga kasihan dengan putrinya yang tersiksa tidak dapat bertemu dengan keluarganya, suaminya dan putranya, sehingga Ibu Nasheem melepaskan  Nasheem secara diam-diam tanpa sepengetahuan saudara laiki-laki Nasheem yang mengekangnya. Dan Nasheem-pun sesegera mungkin pergi dari rumahnya  Pakistan menuju stasiun kereta api untuk kembali ke India. Namun saudara Nasheem-pun tahu kalau adiknya akan pergi ke India, dan dia mengejar Nasheem.

Ketika itu pula Gian di bawa oleh Nona Margaret Stilwell ke stasiun ketera api untuk meninggalkan Pakistan, hingga mereka (Gian dan Nasheem dapat berjumpa) di stasiun kereta api. Mereka-pun berjumpa, dan bertemu, di jembatan layang di stasiun tersebut,  sangat bahagia, kerena begitu telah lama dan banyak hal yang memisahkan mereka. Namun sungguh namun, saudara Nasheem menyusul ke stasiun kereta api dan bersaha untuk memisahkan mereka, hingga perkelahian antara Gian dan saudara laki-laki Nasheem-pun terjadi, hingga kejadian yang sangat tidak diinginkanpun terjadi, yaitu Gian terlembar dari jembatan layang, terjatuh, sungguh begitu kasihan Gian (yang begitu baik), Gian-pun tergeletak tenang, melepaskan nafas terahirnya di sana. Sementara Nasheem, sungguh kasihan Nasheem, dia yang baru saja berjumpa dengan suaminya tercinta setelah begitu banyak hal yang menghalanginya harus melihat kejadian itu, harus mendapati suaminya pergi dari sisinya, meninggalkan dia di dunia bersama putranya. Sungguh begitulah suatu cerita…

Selanjutnya, Nasheem bersama putranya di bawa oleh Nona Margaret Stilwell  ke tempat yang aman supayan terhindar dari saudaranya,  untuk menuju Inggris dan melanjutkan kehidupan di sana bersama putranya, warisan dari suaminya tercintanya Gian. Hanya karena kesabaran merekalah mereka bertahan, bertahan dan bersabar menjalani kehidupan di dunia apa adanya….

Gian-Nasheem

Gian-Nasheem

“Musuh” yang menjadi “Idola”

Teknologi “Menghibur diri sampai mati”

A. Televisi
Tidak dapat dipungkiri, televisi amat berarti dalam kehidupan masyarakat masa kini. tak heran bila televisi nampak semakin dominan mewarnai kehidupan masyarakat di kota-kota besar, khususnya Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, dll.
Celakanya, tayangan televisi-televisi yang beredar di seantero jagat raya ini, sebagian besar hanyalah sampah yang sangat berbahaya bagi perkembangan perilaku anak, seperti tayangan kekerasan, pola hidup konsumtif, santai menyia-nyiakan waktu, serta mendewa-dewakan materi, dan sejumlah acara lain yang tidak memperhitungkan akibat buruknya bagi anak-anak. Maka tak khayal kalau televisi dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran antar pelajar, pilkoplo, pemerkosaan disertai tindakan kekerasan yang marak belakangan ini.
Sosiologi Akbar S. Ahmad (1997) menegaskan, media televisi di zaman modern telah menumbuhkan gejala pemujaan tubuh dan personifikasi gaya hidup baru. Televisi lewat berbagai menu acaranya telah membius remaja akan pentingnya penampilan tampak muda. Menjadi tua merupakan dosa tak termaafkan. Mereka harus sensual, anggun, atraktif dan berpakaian mutakhir. Remaja tidak boleh buruk napas, berjerawat, apalagi bau badan. Media televisi terus menerus menanamkan pada remaja pandangan hidup dengan tubuh sebagai pusat kesadaran.
Alhasil, TV di era kini telah menjadi rujukan bahkan pedoman hidup para remaja, mengalahkan kitab suci Al-Qur’an yang jelas telah memberikan kabar keselamatan. Akibatnya remaja menjadi sosok yang mudah terjerumuskan untuk melakukan tindakan amoral, konsumeris dan materialis.

2. Internet
Internet merupakan teknologi baru zaman modern yang memancing perhatian dan kekaguman banyak kalangan. Betapa tidak, melalui internet, segala informasi tersedia lengkap dan tanpa batas. Tak hanya itu, orang pun bisa melelang tanpa dibatasi aturan antarnegara, menjual produk ke seluruh negara itu, ngobrol dengan orang lain yang berada entah dimana, mengirim surat elektronik (E-Mail) ke berbagai negara hanya dengan satu klik, dan lain sebagainya.
Celakanya, internet mulai disalahgunakan, yang pada asalnya untuk menyediakan informasi yang beragam dan padat dengan akses yang cepat dan mudah, kini menjadi ajang wisata seks melalui situs-situs porno yang mudah diakses, bahkan tidak diaksespun, websitenya nongol sendiri.
Internet memang merupakan dunia yang tidak dibatasi dimensi-dimensi fisik dan waktu. Setiap orang bisa menjelajahi dunia dan menyedot berbagai infomasi lewat internet tanpa harus keluar rumah. Fasilitas dan kepadatan informasi yang ada di internet memungkinkan setiap orang bebas memilih informasi yang diinginkannya. Dalam banyak hal, internet memberi banyak manfaat, selain kemudahan mengakses informasi, juga kesediaan informasi yang beragam, lengkap dan gratis!
Namun, seperti yang dikemukakan oleh Bapak Onno W. Purbo (2003), banyak penggunaan internet berkeyakinan bahwa internet tidak ada aturan yang mengikat, tidak ada Tuhan, dan tidak ada batasan apapun. Yang ada adalah kebebasan mutlak karena internet merupakan dunia tanpa batas… Masya Allah…
Kita sebagai seorang yang beriman kepada Allah, dan percaya bahwa disetiap langkah, disetiap detik kita pasti diawasi oleh-Nya dan para malaikat-Nya seharusnya kita harus menjaga pandangan dan juga menggunakan kemajuan teknologi ini dengan tepat, bermanfaat, dan membawa hasil yang baik untuk kita di akhirat.

3. Game
Beberapa tahun lalu, anak-anak remaja di Jepang pernah sangat keranjingan oleh sebuah game sederhana namun menuntut perhatian ekstra pemainnya. Game ini bernama Tamagochi. Tak berselang lama, game ini merambah ke Indonesia. Kejadiannya pun sama. remaja-remaja di Indonesia amat sangat keranjingan. Bahkan seorang ibu di Bekasi merasa sudah sangat kewalahan memberi pengertian kepada anaknya yang masih duduk di kelas III SMP. Ini karena sang anak ketika di rumah waktunya nyaris tersita untuk memainkan tombol Tamagochi.
Situasi kecanduan game seperti itu persis seperti yang terjadi pada beberapa tahun silam, ketika permainan elektronik seperti Game Watch, Nintendo, Sega, dan Tetris merambah kalangan tua dan muda. Kini remaja modern lebih keranjingan lagi dengan munculnya Play Station (PS) dengan dukungan teknologi yang lebih canggih.
Game memang dapat dimainkan di mana saja dan kapan saja. Bisa sambil mejaga toko, santai di rumah bahkan sambil belajar, duduk di bus, di kereta apai, bahkan di pesawat terbang. Tanpa disadari, game telah menyita energi hampir seluruh anggota badan, muali dari mata, telinga, tangan, gerak badan, pikiran,dan sebagainya, karena pada dasarnya setiap game memerlukan ekstra perhatian.
Walaupun hiburan hal yang mubah, namun jika muatan hiburan itu mengandung unsur yang memadharatkan, lain lagi ceritanya. Main game sebenarnya mubah, namun jika sampai melaluikan waktu dan muatan game itu sendiri banyak mengandung unsur-unsur yang memadharatkan bahkan berbahaya bagi mental maka game bisa masuk pada wilayah haram.

Cukup sekian contoh-contoh musuh yang di idolakan di masa modern ini, sebenarnya masih banyak lagi, diantaranya :
- Film
- Musik
- Kartun
- Diskotik
- Dan sebagainya

Program Aplikasi Kearsipan Naskah Dinas – (recovered)

Tulisan ini adalah hasil dari daur ulang Blog penulis yang lama. (*red)

Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab suatu instansi / organisasi pemerintah untuk melaksanakan manajemen arsip dinamis secara baik, benar dan konsisten agar dapat tercipta efisiensi dan efektifitas kerja.

Guna melaksanakan penataan dan pemeliharaan berkas dinamis yang efisien, efektif serta informatif dimaksud, diperlukan suatu sistem pengolahan data yang teratur, tertata dengan sistematis serta pemeliharaan yang bagus.

Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, sekarang ada program aplikasi manajemen data kearsipan naskah dinas (surat) yang dirancang untuk membantu dalam melakukan penyimpanan, penemuan kembali / pencarian, pelaporan, serta melakukan analisa data naskah dinas masuk dan keluar.

Aplikasi ini ada beberapa versi. Untuk v.1.x adalah dikhususkan untuk SMP N 1 Kandat Kabupaten Kediri, yang mana di sanalah pembuat program menyelesaikan Kerja Praktek yang membahas mengenai kearsipan. Untuk khalayak umum, anda dapat menggunakan yang v.2.x.

Kemudahan yang kita dapat dengan menggunakan aplikasi ini diantaranya :

  • Proses pencatatan, pengendalian, pengecekan maupun pencarian atau penelusuran informasi data kearsipan naskah dinas menjadi lebih cepat, akurat dan efisien.
  • Kesalahan maupun manipulasi catatan dapat dihilangkan karena kesalahan ataupun intervensi pegawai minimal.

Penambahan pada versi 2.1 :

  • Setting identitas instansi
  • Mampu melampirkan file digital berformat (*.jpg, *.bmp, *.gif, *.doc, *.docx, *.xls, *.pdf, *.* :-D )

Screenshot :

kearsipan

Link untuk download :

Perhatikan sebelum install :

  • Pastikan setting regional komputer adalah Indonesia

Kelupaanku…

-

“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih”.

Percobaan

ini adalah hasil percobaan..

icon fa_linux

amu kira neh gambar apaan yahh.. coba tebak.. yang tau n bener pasti dapt hadiah, n dapat langsung di ambil di sekretariat.. :D

Ditulis dalam Guyon. Leave a Comment »

Launching Blog Warnet “ERA” – Ngadiluwih Kediri JATIM

Warnet ERA Kediri

Bismillah Alhamdulillah….

Dengan ini kami mulailah peluncuran Blog buat Warnet “ERA” yang berlokasi di Jl.Raya Kolak no.21 (Utara MTs Kolak, Depan ALKABA Swalayan) Kolak – Ngadiluwih – Kediri – JAWA TIMUR.

Semoga usaha sekecil apapun yang kita lakukan dapat memberoleh hasil yang berkah…amiin.

Ditulis dalam Warnet. Tag: , , , . 10 Komentar »